Pesantren Persis 27

Langkah Awal Menjadi Muslimah Sejati; Teladan Adab Bersama Akhlaqul Karimah

Teladan Adab Bersama Akhlakul Karimah;
Langkah Awal Menjadi Muslimah Sejati

Di tengah hiruk-pikuk dunia yang terus menyuguhkan perbuatan nista baru setiap harinya, kewajiban sebagai makhluk berakal yang mengimani adanya Qadla dan Qadar adalah dengan terus memperbaharui niat dan tujuan agar hidup senantiasa berada di jalan yang di-ridhai olehNya. Salah satu upaya Jam’iyyah Ummahatul Ghad Masa Jihad 2025—2026 untuk senantiasa berada di jalan yang di-ridhai olehNya adalah dengan mengadakan kegiatan Teladan Adab Bersama Akhlakul Karimah yang disingkat menjadi TABAH. Kegiatan ini adalah bagian dari Program Kerja Qismun Ta’zizi Akhlaqi Thullabi yang bergerak di bidang pendisiplinan adab santri. Dilaksanakan pada hari Jum’at, 29 Agustus 2025 di Kelas 1 Mu’allimin Pesantren Persatuan Islam 27 Situ Aksan Bandung mengusung tema “Menjadi Muslimah Sejati” dipaparkan oleh Ustadzah Maryam Jamilah Zahra, Lc., M.Pd. yang wajib dihadiri oleh kelas 1 & 2 Mu’allimin PPI 27 dari mulai pukul 15.45WIB—17.15WIB.

Sebelum masuk kepada kegiatan inti, kegiatan ini diawali dengan Tilawah Al-Qur’an yang dilantunkan oleh saudari Agnia Amalia Sakinah. Ustadzah Maryam memulai materi Menjadi Muslimah Sejati dengan menyampaikan bahwa langkah pertama yang sepatutnya ditempuh untuk Menjadi Muslimah Sejati adalah dengan mengokohkan Iman; menjaga shalat dan mengamalkan ihsan. Ihsan adalah berbuat baik dengan kualitas terbaik, ketika merasa bahwa setiap amal yang dilakukan selalu diawasi oleh Allah ‘Azza wa Jalla. Serta, senantiasa bersabar dan bertaqwa. Taqwa adalah ketika melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi larperintah-Nya. Setelah membahas mengenai perbaikan diri dari hati, selanjutnya, Ustadzah Maryam membahas mengenai pembinaan fisik dan penampilan yang mana dalam realitas hari ini, banyak dari Muslimah yang masih keliru, tidak sesuai dengan Al-Quran dan As-Sunnah dalam hal merias diri. Maka dari itu, Ustadzah Maryam juga menyampaikan 6 Kaidah dalam berhias diri, yaitu: memperhatikan sunnah fitrah, memperhatikan hukum yang berkaitan dengan rambut (seperti menyemir rambut dengan warna hitam), tidak boleh menjarangkan gigi, tidak boleh merajah bagian tubuh mana pun, diperbolehkan memakai inai ketika sudah menikah, diperbolehkan memakai perhiasan diri (emas dan perak) sesuai dengan kebiasaan yang disebutkan oleh para ulama.

Kesimpulan dari materi yang telah disampaikan oleh Ustadzah Maryam pada kegiatan TABAH adalah bahwa perempuan merupakan ibu dari peradaban; di rahimnya generasi bertunas, dipangkuannya jiwa-jiwa tumbuh. Maka bagi mereka yang ingin melahirkan penerus dan menumbuhkan keturunan yang berkualitas, hendaklah mendidik dirinya terlebih dahulu. Sebab generasi yang berkualitas tak akan lahir dari mereka yang tidak pernah ditempa oleh ilmu.

Semoga dengan terselenggaranya kegiatan TABAH yang mengusung tema tentang Menjadi Muslimah Sejati dapat menumbuhkan jiwa-jiwa yang luhur dalam ketakwaan, mulia dalam keimanan dan indah dalam kesesuaian syariat.