Manfaat utama kegiatan ini adalah menumbuhkan kesadaran bahwa alam sedang menghadapi krisis, mendorong peserta untuk bertindak dan bersatu, sekaligus meningkatkan toleransi dan menyadari pentingnya hidup berdampingan meski berbeda latar belakang. #Let’sActREACT
Di tengah isu lingkungan yang kian memprihatinkan di Indonesia, PPIM UIN Jakarta hadir membawa sebuah kegiatan yang menjembatani persoalan tersebut, yaitu; Interfaith Eco Youth Camp—Merajut Iman, Menjaga Alam yang dilaksanakan pada tanggal 19-22 November 2025. Sebanyak 72 peserta dengan latar belakang SARA (Suku, Ras, dan Agama) yang beragam berkumpul di Telaga Cikeas, Bogor, Jawa Barat, untuk mengikuti kegiatan tersebut. Di dalamnya memuat empat orang perwakilan dari PPI 27 Situaksan, Bandung, Jawa Barat, turut hadir dalam kegiatan tersebut mengambil bagian dalam upaya konkret untuk menjaga alam.

Pada hari pertama, acara diisi dengan sesi pembekalan dan perkenalan peserta—agar menciptakan suasana hangat dan inklusif. Yang selanjutnya acara diresmikan oleh Direktur PPIM.

Selanjutnya di hari kedua, kegiatan berfokus pada pemelajaran ekologis dan kolaborasi; Peserta memulai hari dengan mendengarkan sambutan dari Wakil Menteri (WaMen) Lingkungan Hidup yang setelahnya dilanjut dengan kegiatan menanam bibit pohon bersama sebagai bentuk nyata untuk memulihkan ekosistem. Setelah sambutan, peserta langsung mengikuti sesi materi—setiap peserta pertama-tama mengikuti sesi materi di empat kelas; Perubahan Iklim, Mengenali Sampah, Pertanian Organik, dan Energi—di dalam kelas, peserta menerima tugas kelompok terkait topik masing-masing. Setelah mendengar materi dan menyelesaikan tugas, peserta kembali ke kelompok tetap mereka, yang kemudian terbagi untuk mendiskusikan temuan dari tiap kelas. Rangkaian ini ditutup dengan presentasi kelompok untuk memperkuat pemahaman sekaligus melatih keterampilan komunikasi, kepemimpinan, dan kerja sama praktis antar-peserta. Hari kedua ditutup dengan diskusi lintas agama dan api unggun. Diskusi ini bertujuan menegaskan bahwa meski berasal dari latar belakang yang berbeda, semua peserta yang hadir kala itu memiliki tujuan yang sama: menjaga alam. Suasana keakraban kemudian diperkuat oleh api unggun, memberi kesempatan bagi peserta untuk lebih mengenal satu sama lain serta menenun kebersamaan menjadi kenangan hangat dan abadi.

Hari ketiga diisi dengan rangkaian kegiatan yang bertujuan mempererat kekompakan peserta. Di siang hari, kami mengikuti outbond dan team building yang dirancang untuk melatih kerja sama, kemampuan strategi, dan kemampuan memecahkan masalah secara kolektif. Malam harinya, kegiatan dilanjutkan dengan tonight show, yang menjadi momen hiburan sekaligus memperkuat ikatan antar peserta melalui kreativitas dan interaksi santai.
Manfaat utama kegiatan ini adalah menumbuhkan kesadaran bahwa alam sedang menghadapi krisis, mendorong peserta untuk bertindak dan bersatu, sekaligus meningkatkan toleransi dan menyadari pentingnya hidup berdampingan meski berbeda latar belakang. #Let’sActREACT

AAM
26 November 2025 M/05 Jumādal-Akhirah 1447 H
Pukul 12.35 WIB.