Bahtsul-Kutub kitab Fathul-Bari di Pesantren PERSIS 27 Situaksan Bandung, Senin, 11 Agustus 2025, membahas hadits Nabi saw:
اقْرَءُوا الْقُرْآنَ مَا ائْتَلَفَتْ قُلُوبُكُمْ فَإِذَا اخْتَلَفْتُمْ فَقُومُوا عَنْهُ
Bacalah al-Qur`an selama menyatukan hati kalian. Jika kalian sudah berselisih, maka beranjaklah darinya.
Hadits Jundab ibn ‘Abdillah ra di atas merupakan hadits riwayat al-Bukhari yang dituliskan dalam bab terakhir dari kitab fadla`ilul-Qur`an. Merujuk penjelasan al-Hafizh Ibn Hajar dalam Fathul-Bari, yang belum selesai dibahas semuanya bersama santri, diketahui bahwa maksud Nabi saw mengajari umatnya untuk berhati-hati dalam membaca dan mengkaji al-Qur`an. Jika masuk dalam perdebatan yang tidak ada akhirnya maka harus dihentikan agar tidak jadi perpecah-belahan akibat al-Qur`an. Pembacaan dan pengkajian al-Qur`an difokuskan pada ayat-ayat muhkam saja atau yang pasti dan jelas maknanya.
Bahtsul-Kutub adalah program rutin di Pesantren PERSIS 27 Situaksan Bandung di setiap Senin-Rabu malam jam 19.45 s.d 20.45. Wajib diikuti oleh semua santri kelas 3 Tsanawiyah sampai 3 Mu’allimin, baik yang menginap di Sakan ataupun tidak. Dikecualikan hanya bagi mereka yang ada izin langsung dari orang tuanya karena sakit. Kegiatan Bahtsul-Kutub dibimbing oleh Ustadz Nashruddin Syarief dan Saepul Japar Sidik membahas kitab Fathul-Bari, Syarah Shahih Muslim an-Nawawi, dan Kitabul-‘Ilmi Syaikh al-‘Utsaimin. Dalam kegiatan ini seluruh santri mendapatkan tugas membaca teks kitab gundul dan menerjemahkannya secara bergantian. Untuk kemudian dibahas i’rab dan kandungannya oleh Ustadz pembimbing. Dilanjutkan kemudian dengan tanya jawab dan diakhiri dengan kesimpulan atau taushiyah penutup dari Ustadz pembimbing.



